Author : Kania Arda P.E
Genre : Teenagers Life, Friendship, Family.
Main Cast : Jazzy, Zayn, Anara, etc
Hey guys, udah lama ga nulis2. Ini gue bikin cerita baru, Muehehe Enjoy !
Jazzy Demetria.
Adalah seorang gadis yang berusia 15 tahun. Dia berkulit putih, mempunyai
rambut hitam panjang bergelombang, dan sepasang mata berwarna hazel. Impian
terbesarnya yaitu menjadi seorang pemain biola yang terkenal. Selama 1 tahun lamanya,
Jazzy terus berlatih memainkan alat musik itu.
“Jazzy ! Besok pagi kita akan pergi ke rumah nenek. Kau mau? Oke siapkan barang bawaanmu” ucap Tante Anara, yaitu Mama Jazzy.
“Tentu saja mau” jawab Jazzy. Dia mempersiapkan barang-barangnya yang akan dibawa besok.
Keesokan harinya..
Jazzy, Kakaknya, dan Mama Papanya sudah siap. Mereka memasukkan barang-barang bawaannya di bagasi mobil.Termasuk biola kepunyaan Jazzy tak ketinggalan dibawa. Biola itu merupakan pemberian dari Nenek Jazzy. Tiba-tiba, hujan turun dengan derasnya sepanjang perjalanan. Sementara perjalan untuk ke rumah nenek butuh waktu 1 jam lagi. Belum sampai ke tempat tujuan, mobil yang mereka tumpangi oleng dikarenakan menabrak pembatas jalan hingga mobil itu terpental dengan jarak yang cukup jauh. Mereka sekeluarga kecelakaan. Mama Jazzy meninggal seketika karena luka serius di kepalanya. Sedangkan Pak Danang,yaitu Papa Jazzy dan Kakak Jazzy, Dimas, hanya luka ringan di bagian dahi dan kaki. Jazzy sendiri mengalami luka sedang di bagian tangan kanannya. Masyarakat sekitar membantu membawa mereka ke Rumah Sakit terdekat.
“Jazzy ! Besok pagi kita akan pergi ke rumah nenek. Kau mau? Oke siapkan barang bawaanmu” ucap Tante Anara, yaitu Mama Jazzy.
“Tentu saja mau” jawab Jazzy. Dia mempersiapkan barang-barangnya yang akan dibawa besok.
Keesokan harinya..
Jazzy, Kakaknya, dan Mama Papanya sudah siap. Mereka memasukkan barang-barang bawaannya di bagasi mobil.Termasuk biola kepunyaan Jazzy tak ketinggalan dibawa. Biola itu merupakan pemberian dari Nenek Jazzy. Tiba-tiba, hujan turun dengan derasnya sepanjang perjalanan. Sementara perjalan untuk ke rumah nenek butuh waktu 1 jam lagi. Belum sampai ke tempat tujuan, mobil yang mereka tumpangi oleng dikarenakan menabrak pembatas jalan hingga mobil itu terpental dengan jarak yang cukup jauh. Mereka sekeluarga kecelakaan. Mama Jazzy meninggal seketika karena luka serius di kepalanya. Sedangkan Pak Danang,yaitu Papa Jazzy dan Kakak Jazzy, Dimas, hanya luka ringan di bagian dahi dan kaki. Jazzy sendiri mengalami luka sedang di bagian tangan kanannya. Masyarakat sekitar membantu membawa mereka ke Rumah Sakit terdekat.
Jazzy selesai diperiksa oleh Dr. Adhi. Pergelangan tangan kanannya dibalut oleh perban. Begitu selesai diperiksa, Dr. Adhi melaporkan hasil pemeriksaannya kepada Pak Danang dan Dimas, juga kepada Jazzy sendiri.
“Maaf, Jazzy tidak mengalami pendarahan serius, tetapi syaraf-syaraf di tangannya menjadi sangat lemah.” Ucap Dr. Adhi.
Pak Danang memandang Jazzy, putri kesayangannya itu.
“Dok, apa saya masih bisa bermain biola?” Tanya Jazzy. Dia sangat berharap, Dr. Adhi mengatakan “iya”. Tetapi kenyatan justru sebaliknya.
“Tanganmu saja masih diperban, Jazzy..Kemungkinan besar, kamu tidak bisa bermain biola lagi..” jawab Dr. Adhi.
Jazzy menunduk lesu. Harapannya untuk menjadi seorang pemain biola terkenal pupus lah sudah semenjak dokter mem-vonis nya tidak bisa bermain biola lagi. Separuh dari semangatnya langsung hilang,ini menjadi suatu pukulan terbesar baginya. Apalagi, Mama Jazzy juga menjadi korban dalam kecelakaan tragis itu. Hal itu membuat Jazzy semakin pesimis.
1 tahun berlalu…
Sekarang Jazzy sudah menjadi remaja berusia 16 tahun. Dia tidak mau mengingat-ingat sesuatu apapun yang berhubungan dengan Biola. Itu sama saja membuka luka lamanya.
“Jaz, nanti sore kita ke rumah nenek ya.” Ucap Dimas.
“Iya Kak.” Balas Gabby singkat.
Menit demi menit pun berlalu, Jazzy, Dimas, dan Pak Danang berangkat ke rumah Nenek. Mereka selamat sampai ke tujuan.
“Jaz, kalau kamu mau main, main aja, sekalian refreshing..” kata Dimas menyarankan
“Iya, yaudah aku mau izin jalan-jalan sekitar sini yaa !” seru Jazzy. Dia beranjak keluar, dan melihat-lihat pemandangan di pedesaan. Dia melihat seorang cowok berkaos putih sedang bermain biola di bawah pohon besar. Cowok itu tampak sangat menikmati permainannya. Jazzy mulai teringat pada kejadian 1 tahun silam.. saat dokter mem-vonis dia tidak bisa bermain biola lagi. Sakit. Sakit yang dia rasakan. Tetapi hatinya berkata dia harus menemui cowok itu. Gabby tak ragu berjalan ke arah cowok itu.
“Hai. Aku Jazzy Demetria, usia ku 16 tahun. Siapa namamu?” Tanya Jazzy mengulurkan tangannya. Cowok itu menghentikan permainannya.
“Hai juga. Aku Zayn. Usia ku 17 tahun. Senang bertemu denganmu, Jazzy.” Jawab cowok itu yang bernama Zayn sambil mengulurkan tangannya. Mereka bersalaman.
“Kau mahir bermain biola.” Ucap Jazzy.
“Ah, terimakasih banyak. Tidak usah menyanjung ku berlebihan seperti itu..Oh iya, apa kau bisa memainkan alat musik juga?” Tanya Zayn.
Jazzy mengingat kembali kejadian 1 tahun yang lalu, saat dia menggebu-gebu ingin menjadi seorang pemain biola terkenal, tapi harapan itu pupus. Jazzy terdiam sejenak.
“Hey ! Jangan melamun !” ucap Zayn sambil mengibaskan tangannya di depan muka Jazzy.
“Err… iyaa. Aku bisa bermain biola, tapi itu dulu…” jawab Jazzy lesu.
“Lalu sekarang?”
Jazzy menceritakan semua kejadian 1 tahun silam.
“Lalu setelah kejadian itu, kau tak pernah mencoba bermain biola lagi?” Tanya Zayn setelah Jazzy selesai bercerita. Jazzy menggeleng.
Zayn menyerahkan biola nya ke Jazzy. “Ayo, coba lagi..Aku yakin kau bisa..” kata Zayn
“Aku tak yakin aku bisa memainkannya kembali.” Jawab Jazzy.
“Ayolahh..”
Jazzy meraih biola itu ragu. Dia mulai mengarahkan biola kepunyaan Zayn ke bahu nya. Perlahan dia mulai memainkan biola itu. Sekuat tenaga dia memainkan biola itu walaupun ujung-ujung tangannya terasa sakit. Nada-nada yang keluar dari biola itu terdengar baik. Jazzy merasa semangatnya kembali lagi. Setelah Jazzy selesai memainkan, tangannya masih terasa sakit.
“Zayn ! Aku bisa memainkan biola lagi !! Aku tak percaya !! Ini serasa suatu keajaiban yang Tuhan berikan padaku !!! Yah.. walaupun tanganku terasa masih sedikit sakit..” teriak Jazzy kegirangan. Zayn hanya tersenyum melihat kelakuan cewek yang ada di hadapannya sekarang. Hari-hari berlalu. Jazzy sudah seminggu lebih berada di rumah neneknya, Jazzy dan Zayn menjadi semakin akrab bersahabat. Hingga tibalah suatu saat…
“Jaz, ada surat untukmu.” Ucap Dimas sembari menyerahkan sepucuk surat.
Jazzy lantas membuka isi surat itu. Dibacanya dengan hati-hati.. isinya tentang undangan kepada Jazzy , seminggu lagi untuk tampil di acara Nasional, dan akan ditonton oleh banyak pejabat-pejabat Negara. Jazzy sangat senang membaca surat itu. Cepat-cepat dia memberi tahu Zayn, sahabatnya untuk ikut serta menonton penampilannya.
Seminggu berlalu..
Kini Jazzy sudah mengenakan dress putih, dan berada di atas panggung megah di hadapan pejabat-pejabat, papa nya, kakak nya,dan juga Zayn sahabatnya yang turut serta menonton.
“Silahkan, Jazzy Demetria memberikan kata sambutan terlebih dahulu sebelum memulai bermain biola.” Ucap pembawa acara itu.
Jazzy mulai mendekatkan diri ke mikrofon, dan berbicara. “Penampilan biola ini, saya persembahkan untuk Mama saya yang sudah tenang di alam sana, untuk Papa serta kakak saya, dan juga untuk sahabat saya yang sudah memotivasi saya untuk terus bermain biola. Ya, tak perlu berlama-lama lagi, saya akan memulai memainkan biola ini.. Semoga anda semua suka.” Jazzy memulai permainan biolanya, dia memainkan biola itu dengan hati dan penuh perasaan. Seluruh penonton seakan-akan tersihir oleh alunan nada dari biola yang Jazzy mainkan.
“Terimakasih..” ucap Jazzy sambil menundukkan badannya begitu permainan biola nya selesai. Para hadirin berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah, terutama Papa,Kakak,dan Sahabatnya. Kini Jazzy menjadi pembicaraan dimana-mana. Banyak orang yang terpukau dengan penampilan Jazzy. Harapan Jazzy untuk menjadi pemain biola terkenal tinggal selangkah lagi. Namun, Jazzy tetap ingat perkataan Zayn.
“Jangan sombong dengan apa yang telah kau dapatkan hari ini, masih ada hari esok, dan berusalah sebaik-baiknya, jangan sombong jika suatu saat kau menjadi orang yang terkenal, semuanya diawali dari usaha dan kerja keras. Tetap semangat, Jazzy !”
Yahh itulah cerpen yang bisa gue buat... Thanks for reading. Oiya ini tuh cerpen yang gue pake buat tugas B. Indo juga. wkwk. <3 Byeee. Udah ya segini dulu? hehe lafss. :** xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar